Tinggalkan komentar

Puisi Ilma untuk adhit

pertama, siapa itu adhit? siapa itu ilma? akan gue jelasin di sini

pertama, ini adalah cerita kawan gue yang akan gue ceritakan, yang banyak sekali kisah mereka yang bikin gue iri

yap, pertama, adhit adalah kawan baik gue di kelas gue, dia adalah ketua kelas paling bijaksana (read: Aneh, Konyol, Gila, Homo,) yang pernah gue lihat. tapi jangan salah sangka dulu, se bijak bijak nya dia, dia masih punya kisah sedih di balik semua itu,

mau tau adhit kaya mana? ini lah dia

gimana? cukup bijaksana (read: maho) kah dia?

wkwkwk, tapi gue ga akan bahas ke MAHO -an dia, gue akan bahas kisah nyesek dia.

pertama gini, gue diceritain sama dia, kalo dia itu punya temen, temen yang berjenis kelamin perempuan (ini membuktikan dia masih normal) , dan katanya mereka itu baru kenal, sekitar 3 bulanan, dan mereka sudah dekat banget, yang bikin gue iri tuh, mereka baru kenal tapi mereka sudah dekat banget, layaknya sepasang remaja yang sedang menjalin hubungan (jangan mikir keras, ini bukan yang gituan) , mereka dekat banget, dan saat mereka pisah, si ilma ngasih jam tangan ke dia, dan si ilma ngasih puisi,

05 Juli 2013
Goresan pena pada buku yang kau punya telah berakhir
Semua cerita akan suka dan duka tertulis rapi di sana
Waktu berjalan sangat cepat
Hingga tiba saatku ucap selamat tinggal teman

Kini buku itu akan tersimpan di museum memori
Layaknya bukuku yang juga tersimpan d museum memoriku
Ku harap penamu sempat mengukir namaku di buku itu
Seperti penaku yang sempat mengukirmu di bukuku
Terlintas akan semua kenangan lalu membuatku takkan pernah melupakanmu,kuharap kaupun begitu

Kini waktu menuntutmu melangkah lebih dekat dengan masa depan
Buku baru telah siap menjadi tumpahan baru cerita barumu selanjutnya
Berjalan dengan ambisi dan semangatmu
Berpeganglah pada tongkat agama
Temukan jalan yang tepat,setepat waktu yang menemanimu

Semoga semangat terus membakar ambisimu
semoga waktu memberimu hari-hari indah
dan semoga kita dapat bertemu lagi di jalan kesuksesan nanti….

Copyright Ilma Nur fadhila
(adhit’s Best Friend)

bangke ini keren banget puisinya, mungkin gue terlalu berlebihan, tapi ini puisinya berhasil membuat mata gue kencing (read: nangis) . dan gue pun ingin memetik hikmah dari persahabatan mereka,
sebelum gue mengakhiri ini postingan gue mau ngasih sebuah quotes yang sangat banyak maknya nya,

inilah quotes terakhir dari gue

jika engkau sendiri, maka carilah temen😐 – dwikadhinugraha

sekian dari gue, bye

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: